TOLAK ANTI SERIKAT PEKERJA DIBUMN , BERSATULAH KAUM BURUH LAWAN KETIDAK ADILAN

11/02/2009 17:26

 

Salam Solidaritas,

Untuk mengawal perjuangan yang telah disepakati bersama Pasca Mogok Kerja tanggal 7 - 9 Mei 2009 yakni antara lain Perjuangan Diberlakukan Gaji Pokok sesuai PKB-2 dan Menolak PHK terhadap ARIF ISLAM, maka pada tanggal 3 Februari 2009, Komite Solidaritas Nasional untuk SP.AP.I (KSN-AP.I) yang terdiri dari 53 Serikat Pekerja, LBH Masyarakat, LBH Jakarta, Trade Union Right Centre, Indonesian Labour Foundation dan Public Services International melakukan Aksi Demo ke Kantor Depnakertrans dan Kantor PHI Jakarta.
Aksi Demo dimulai pukul 10:00 WIB dari samping Kantor Depnakertrans, Lobby Utama Depnakertrans yang kemudian dilanjutkan dengan Aksi Jalan Kaki menuju Kantor PHI Jakarta. Dari Gerbang Utama sampai sejauh 500 meter keluar dari Gedung Depnakertrans dilakukan dengan berjalan MUNDUR sebagai lambang lambatnya proses penyelesaian kasus Hubungan Industrial yang terjadi di PT Angkasa Pura I.

Orasi-orasi sebagai bentuk protes kepada Menteri Tenaga Kerja dilakukan secara bergantian oleh wakil-wakil Serikat Pekerja yang tergabung dalam KSN-AP.I. Upaya tim lobby KSN-AP.I untuk bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja akhirnya berhasil mendapat jaminan dari Pejabat Depnakertrans untuk penjadwalan ulang pertemuan berhubung tidak adanya Menteri Tenaga Kerja pada saat itu di tempat.

Setelah berjalan mundur 500 meter, jalan kaki dilanjutkan menuju Kantor PHI. Sesampainya di Kantor PHI, orasi-orasi dilakukan lagi secara bergantian oleh berbagai perwakilan Serikat Pekerja yang tergabung dalam KSN-AP.I, antara lain dari Serikat Pekerja Merpati, Federasi SP BUMN Strategis, Serikat Pekerja Istana Karya, dll. Orasi yang mewakili SP.AP.I disampaikan oleh Ketua Umum SP.AP.I dan Ketua DPC Sepinggan Balikpapan ARIF ISLAM.

Tim Lobby KSN-AP.I akhirnya diijinkan bertemu dengan jajaran pejabat PHI. Setelah Ibu Ketua Umum SP.AP.I menyerahkan rangkaian bunga dengan daun-daun bertuliskan pesan-pesan KSN-AP.I kepada Majelis Hakim PHI yang diterima oleh Kepala Bagian Humas PHI, maka Aksi Masa KSN-AP.I diakhiri pada pukul 15:15 WIB ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua DPC Sepinggan Balikpapan ARIF ISLAM yang masih berstatus PHK. Walaupun sudah ditutup, aksi KSN-AP.I masih terus dilakukan secara tertib di halaman kantor PHI sebagai ungkapan nyata dari “SALAM SOLIDARITAS” sambil menemani SP.AP.I yang sedang menunggu giliran sidang Gugatan Gaji Pokok yang didaftar oleh Manajemen PT. AP.I. Minggu lalu, sidang di mulai pukul 22:00 WIB.

Yang menarik dan mengharukan dalam aksi ini adalah karena dukungan yang totalitas dan penuh semangat dari rekan-rekan seperjuangan yang tergabung dalam KSN-AP.I. Mereka penuh semangat melakukan orasi-orasi dan teriakan-teriakan dukungan atas perjuangan SP.AP.I, mereka dengan rajin dan semangat membagikan selebaran-selebaran yang berisi tulisan KSN-AP.I tentang Kasus SP.AP.I, mereka dengan rela dan tulus hati memegang spanduk-spanduk yang antara lain bertuliskan “Menolak PHK Arif Islam dan Menolak Intimidasi terhadap SP.AP.I”, mereka rela berjalan kaki puluhan kilometer, mereka suarakan Aspirasi yang menjadi keinginan Anggota SP.AP.I.
Dengan 5 baris dan kurang lebih 52 sap dan puluhan motor serta beberapa mobil dan juga anggota KSN yang berada di luar barisan yang membagikan selebaran-selebaran dan mengambil dokumentasi, Aksi Masa KSN-AP.I sejumlah kurang lebih 400 orang bergerak dari Kantor Depnakertrans menuju Kantor PHI Jakarta. Agak sulit mencari teman-teman SP.AP.I karena banyaknya anggota Serikat Pekerja lainnya dibanding anggota SP.AP.I.

Akankah kita terus bersembunyi dibalik ketakutan kita dan hanya mengharapkan orang lain untuk membawa aspirasi yang menjadi keinginan kita bersama ???

Apakah kita hanya membiarkan para srikandi di DPP SP.AP.I untuk berjuang membawa aspirasi yang kita sepakati bersama ??? Ataukah memang kita ingin agar Gaji Pokok kita makin ketinggalan jauh dari PNS yang tentunya sangat berpengaruh pada THT dan gaji pensiun kita ???

Apakah kita tega hati melihat ARIF ISLAM teraniaya oleh keputusan Manajemen yang sewenang-wenang dan melanggar aturan Undang-Undang dan membiarkan ARIF ISLAM sendirian menerima tindakan balasan dari Aksi Mogok Kerja yang kita sepakati bersama ??? Membiarkan ARIF ISLAM sendirian dalam tekanan psikologis dan finansial ??? Ataukah kita rela hati melepaskan semua yang menjadi hak-hak kita sesuai PKB ?

Semuanya berpulang pada hati nurani kita masing-masing. Kepada kadar keberanian kita masing-masing. Kampanye anti serikat pekerja yang dilakukan oleh oknum pejabat PT. Angkasa Pura I dan bahkan oleh rekan-rekan kita sendiri dengan berbagai cara dan modusnya yang semuanya bertujuan untuk melemahkan kekuatan Serikat Pekerja akhir-akhir ini masih terus saja terucap dari mulut-mulut yang hanya pikirkan kepentingan pribadinya. Tentunya bila kita kompak dan kuat, kita bersatu untuk suarakan kebenaran yang kita yakini ….. maka semua oknum pejabat dan rekan-rekan kita yang mungkin kurang informasi akan kembali menjadi baik dan berpihak kepada kita ….. karena rasanya mereka-mereka itu punya pendirian yang kurang kuat dan perlu kita kuatkan …… karena mereka akan berpihak kemana angin kuat berhembus.

—————

Back


Contact

Survey Buruh Indonesia

Jl.Cikini Raya no 60 ,Gedung Arva Cikini Blok 60 M

62-21-3140946


Survey Buruh Indonesia  didirikan pada 2005. Sejak berdiri, institusi ini telah terlibat dalam beberapa konsultansi, penelitian, dan kajian yang berkaitan dengan isu-isu sosial, kemasyarakatan, pemerintah dan politik. Selain itu, lembaga ini menyelenggarakan berbagai pelatihan indoor dan outdoor (outbond) untuk peningkatan sumberdaya manusia pada organisasi-organisasi swasta dan pemerintah, berkenaan dengan strategi komunikasi, kehumasan, jurnalisme, kepemimpinan, dan pencitraan.

Survey Buruh Indonesia mempunyai jaringan dengan Konfederasi, Federasi dan serikat serikat buruh/pekerja di Indonesia ,Survey Buruh Indonesia juga didukung oleh para ahli statistik yang berpengalaman




Poll

Apakah anda ingin Susilo bambang Yudhono sebagai president lagi? terkait dengan keadaan ekonomi keluarga anda

Ya
90%
90

Tidak
9%
9

Tidak Tahu
1%
1

Total votes: 100